Sabtu, 24 Februari 2018

Menulis, Mengukir Kenangan untuk Mereka

Perempuan itu terlihat berkaca-kaca. Ia sedang berada dalam satu sesi wawancara tentang pencapaiannya dalam hal kepenulisan. Di awal, ia nampak begitu bersemangat. Namun saat sampai pada satu topik pertanyaan, ia kelihatan tak mampu membendung air matanya. Saat itu, ia bukan hanya sedang berbicara sebagai seorang penulis, tapi juga sebagai seorang ibu.

"Salah satu motivasi saya menulis adalah agar kelak anak-anak saya bisa membaca tulisan saya. Saat saya tidak bisa lagi bersama mereka, setidaknya mereka dapat menemukan jawaban dari pertanyaannya saat membaca tulisan bundanya..." ujarnya.

Menyaksikan itu, saya jadi ikut terharu. Padahal kala itu saya masih berstatus single.

Kini saat telah menjadi seorang ibu, saya menjadi lebih mengerti dengan apa yang diucapkan penulis itu. Lebih merasai haru yang ia dekap dalam dadanya. Ah, betapa kebersamaan dengan anak-anak memang tidak akan selamanya. Tapi, kita selalu punya cara untuk bisa meninggalkan sesuatu untuk menjadi kenangan untuk mereka.

Maka itu pula yang menjadi pecut bagi saya untuk tetap menulis. Agar kelak, anak-anak saya dapat turut menjadi pembaca tulisan ibunya. Agar ada nilai yang bisa mereka pahami, ada pikiran yang bisa ikut mereka mengerti dalam menjalani kehidupan mereka seterusnya. Dengan atau tanpa saya di sisi mereka. Ada kenangan yang bisa mereka baca. Ada obrolan yang dapat mereka ajak bercakap, meski mungkin kelak saya telah tiada.

Pada titik itu saya semakin yakin, tak ada ruang untuk menuliskan apapun kecuali hanya kebaikan saja. Sebab tentu saja, tiap ibu hanya menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya.

#tantanganmenulisClubMenulisHSMNSulawesi

9 komentar:

  1. Terharu๐Ÿ˜ข
    Semangat menorehkan kenangan utk anak2 tercinta bunda...

    BalasHapus
  2. Masya Allah...keren mmng tulisannya tanteku ini..๐Ÿค—

    BalasHapus
    Balasan
    1. ihihihi... dipanggil tante aku jadi merasa tuwir... hoho

      Hapus
  3. insya Allah, semoga tetap istiqomah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin... mohon bimbingannya bun... ๐Ÿ˜˜

      Hapus
  4. Masyaa Allah.. jadi ingat buku kado kecil untukmu. Berasa mupeng juga. Barakallaahu fiik kak.

    BalasHapus
  5. Masya Allaah.. "tidak ada ruang untuk menuliskan apapun kecuali hanya untuk kebaikan saja". Bahan muhasabah, tajdid niat banget. Jazaakillah bund ๐Ÿ˜

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Jika kamu berkenan meninggalkan jejak di kolom komentar, lebih baik lagi :)